Setelah merasakan sendiri boil ini, baru bisa komentar deh, mengenai kenyamanan, tarikan, handling dan noise. Apada akhir Oktober, mungkin sudah tidak seperti dulu, indent_nya hanya dua minggu, dan plus satu minggu untuk urus stnk.
Pemakaian pertama langsung dipakai saban hari, tujuannya supya cepat mencapai odometer 1.000 km, untuk segera service pertama. Setelah itu, baru pemakaian sesuai keprluan, biasanya sih untuk belanja dan jalan malam saja, atau kegiatan di hari sabtu dan minggu.
Kesan memakai boil ini adalah, untuk :
- tenaga sudah responsof tanpa ndut.. ndutan lagi di gigi rendah. Katanya sih karena sudah mengadopsi teknologi vvti, apa itu vvti, nggak uruslah, yang penting sudah gak berpenyakit lagi.
- tarikan, sesuai ekspektasi untuk kendaraan ber CC 1.300, untuk kecepatan 80kpj, gigi 5, rps 3000, setelah itu rpm dan kecepatan akan naik berbanding lurus.
- suspensi, sudah lebih stabil, tidak terlalu mental mentul lagi dijalan bergelombang, apalagi jika berkendara seorang diri. Ini jika dibandingkan dengan versi sebelumnya, jika dibandingin dengan boil lain yang kelasnya macam inova (walau kelas jauh, mungkin banyak orang yang sudah merasakan inova, walaupun hanya sebatas penumpang), masih jauh.
- handling, sama seperti umumnya dengan boil yang mempunyai ground clearance seperti avanza.
- noise, pada kecepatan tinggi sangat berasa berisiknya, terutama suara angin dan derungan mesin, padahal menurut sales toyota, untuk versi vvt-i keluaran 2007 sudah mempunyai peredam.
- body, ketebalan bodi ini boil hebat, tipis banget, salut buat penciptanya, bisa sengirit ini. Intinya jangan coba duduk, jitak atau dorong bodi boil ini, kalo gak mau penyok.
- interior, bagus, sudah two tone, tinggal dipermak dikit sudah bagus, apalagi bangku juga berkainkan bludru coklat muda nan (serasa) mewah.
- pintu belakang, tidak bisa dibuka dengan handel pintu, melainkan harus memakai kunci mobil atau dengan menarik tuas yang ada disisi bangku kemudi.
- konsumsi bensin, untuk pemakaian setiap hari, dengan rute campuran (tol dan jalan biasa) rata – rata perhari 65km, adalah 1:13.
Kalau dari segi pemakai, mungkin hanya itu saja yang perlu ditulis, mungkin akan lebih detail lagi kalo yang bicara adalah teknisi, pasti dikupas abis sampe jeroan. Pemakai mah tinggal pakai saja, kalau ada apa – apa yang tinggal urusan pak bengkel, bagi – bagi rejeki lah (cTr).
[...] Read original post at catura blog [...]