Banyak banget hot spot yang ditwarkan di kafe – kafe dengan nilai gratis, asalkan pelanggan mau nongkrong dan mencicipi hidangan di kafe tersebut. Bahkan tidak hanya di kafe – kafe import, restoran lokal pun mulai menawarkan hal yang sama, layaknya Bakmi GM.
Dulu saya mengira, orang – orang yang nenteng dan menatap lapto di tempat – tempat tersebut adalah orang – orang hebat, orang – orang dimana mempunyai kesibukan tinggi, hingga sampai makan dan minum pun harus dilakukan dengan bekerja memakai laptop. Atau kalau tidak orang yang sedang atau selalu mengamati bursa saham yang terus bergerak, sehingga sangat dirasa perlu untuk terus online setiap saat. Atau para developer yang sedang sharing dengan temannya mengenai program baru yang menjadi tantangan.
Belakangan, ternyata tidak harus seperti itu, laptop sudah menjadi kebtuhan bagi mereka tidak lebih untuk kesenangan. Mungkin sekedar cek email dan memlasanya, malakukan chatting sambil tersenyum – senyum sendiri. Atau bahkan membaca berita online, yang biasanya selalu update setiap saat. Laptop bukanlah gambaran hanya untuk orang – orang yang berkiprang dalam berbisnis melebarkan sayap mencari sekarung berlian. Akan tetapi sudah menjadi gaya hidup, walaupun untuk melakukan hal – hal sederhana, lebih bergaya jika nenteng laptop sambil nongkrong di kafe(cTr).
[...] Read original post at http://catura.wordpress.com/2008/07/21/hot-spot/ [...]