Walaupun sering tergoda untuk mencicipi kopi yang ditawarkan oleh berbagai kedai/kafe, apalagi dengan iklannya yang memberikan penawaran terbaik, dengan kartu tertentu beli 1 gratis 1, atau dengan kartu yang lain beli minimal 200 rebu diskon 50%. Huh… sungguh sungguh menggiurkan.
Tetapi itu tatkala kita sedang berada dalam perjalanan, paling tidak diluar rumah. Sepertinya sampai saat ini belum ada kedai kopi yang menawarkan delivery order, layaknya fast food yang sudah terlebih dahulu keberadaannya. Yang ada paling sebatas drive thru, tapi balik lagi, itu juga hanya bisa dinikmati jika kita sedang berkendara.
Di rumah, aku selalu sediakan kopi murni, krimer, gula dan juga . Selain untuk persediaan sendiri, juga sekaligus buat jaga – jaga jika ada tamu yang memliki kegemaran sama, yaitu penikmat kopi. Kenapa kopi murni, bukankah sekarang ini banyak beredar kopi instan dengan berbagai varian? Itulah, mungkin aku sudah agak merasa bosa dengan kopi instan, yang rata – rata rasanya manis bangett. Dan rasanya pasti sama setiap kali dihidangkan. Berbeda dengan kopi murni yang diracik sendiri, setiap kali meracik, pasti mendapatkan rasa yang berbeda. Adakalanya mendapat cita rasa yang begitu nikmat, kental, hitam, pahit tapi begitu berasa ketika di kecap, kulum kemudian telen. Tetapi kadang juga mendapatkan rasa yang biasa, agak encer, terlalu manis mungkin, atau malah jadi hambar karena kebanyakan krimer. Tapi itulah seni meracik kopi menurutku, kita bisa membuat rasa kopi sesuai mood kita saat itu.
Menganai alat, masih diolah secara tradisonal, bermodalkankan pemanas(kadang kompor&panci), gelas dan sendor. Mudah – mudahan bulan depan sudah dapet coffee maker, karena poin kartu kredit sepertinya sudah melampaui batas untuk ditukarkan
.

Terakhir, walaupun pecinta kopi, aku tidak pernah minum lebih dari 2 gelas/cangkir dalam sehari. Aku takut nanti begitu cepat bosan, dan akhirnya tidak dapat menikmati hari dengan kopi(cTr).
memang beda banget mas rasanya kalo bikin kopi hitam bikinan sendiri, apalagi pas nuang air nya dan tercium aroma kopinya hmmm,,, maknyus hehe
Coba kopi Lambaro ato Ulee Kareng… mantap bgt