Hari ini setahun yang lalu, saya menyambut tahun baru di kota mojang, Bandung, bersama keluarga dan sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan di hari – hari menjelang tanggal 1 januari.
Berbekal GPS di Blackberry, mencoba menelusuri jalanan, dan sengaja tidak keluar via Pasteur, akan tetapi memilih keluar via Pasir koja, dan bergegas menuju Hotel Endah Parahiyangan. Tarif hotel yang naik 2x lipat di seluruh Bandung menjelang Tahun Baru, memaksa untuk menurunkan kelas penginapan ke hotel berbintang dibawahnya. Setelah checkin dan memeriksa kondisi kamar, dan melihat tamu – tamu lain juga banyak, lega sudah, berarti banyak teman dan suasa tidak begitu seram nantinya.
Lanjut ke daerah Riau, untuk segera absen di beberapa FO, setalah berputar – putar, karena petunjuk di BB tidak terlalu jelas, dan banyak jalanan yang hanya satu arah, akhirnya ketemu juga, Kantor Pos yang disulap menjadi FO, ya betul namanya STAMP. Puas dari sini jalan menyeberangi perempatan, dan mampir lagi ke FO Heritage.
Untuk makan, karena tidak ada referensi, kalau pun ada juga pastinya tidak akan tahu arah jalan, akhirnya ke tempat yang pasti – pastia aja, Dago atas, karena sudah beberapa kali mengadakan acara di bilangan sana, sekalian bertemu dengan kawan lama untuk serah terima GPS ex Terios.
Perut kenyang, barang sudah ditangan, mampir FO di Dago juga sudah, padahal hari masih menjelang maghrib, diputuskan untuk balik ke Hotel, lagi – lagi mengandalkan BB dengan arah ala kadarnya karena menyuguhkan rekomendasi jalan – jalan utama, Asia – Afrika sampai ke Sudirman, dan ternyata Sore itu lebih macet dari tadi pagi.
Tahun baru masih 2 hari lagi, masih banyak waktu untuk menyusuri Kota Bandung esok hari, sekarang saatnya istirahat untuk mengusir penat setelah seharian dibelakang setir dari Jakarta yang sekarang hanya 114 km itu dari Bandung, Paris van Java(cTr).