Saya tidak terlalu tahu minuman Sarabba ini, apakah benar – benar dari kota Makassar, ataukah berasal dari kota – kota disekitarnya. Yang jelas, mendapatkan minuman ini waktu beli otak – otak di jalan Kijang.
Awalnya tidak sengaja, karena saya pecinta kopi, begitu lihat di etalase ada kemasan yang mirip dengan Kopi siap saji, pesanlah satu pack waktu itu. Benar saja, ketika pengen nyoba minum Kopi sore hari, sambil menikmati kota Makassar yang lagi dirundung hujan saban hari, tidak dinyana ternyata kemasan yang dibeli tadi bukanlah kopi. Pantas saja harganya mahal, 15ribu 5 sachet, mahal untuk ukuran kopi kemasan yang biasanya seribuan per sachet.
Apa boleh buat, tekad sudah bulat, Sarabba sudah ditangan, coba aja sekalian, ambil cangkir, buka Sarabba dan tuang seluruhnya ke Cangkir, tuang air panas perlahan – lahan sampai hampir penuh… aduk dan siap dihidangkan..
Tunggu sebentar biar agak dingin, trus cobain ssruuppp.. hhmmm panas .. panas.. hangat, panas karena memang airnya masih panas, hangat karena setelah diminum masih terasa hangat di tenggorakan, ya memang Sarabba ini komposisinya Jahe dan Gula Palem (Gula Aren kali ya..) ditambah rempah – rempah.
Rasa manisnya pas, tidak semanis minuman kemasan seperti biasanya, rasa jahenya juga tidak terlalu kuat, enak untuk dinikmati dipagi atau sore hari, apalagi tatkala hujan tiba, rasa hangatnya mengusir hawa dingin.
Belum pernah nyobain minuman ini, silahkan datang ke Makassar(cTr).
