Feeds:
Posts
Comments

Cappucino Panas

Kopi hitam, dasar bagi para pecinta kopi untuk merasakan citarasa asli sebuah sajian minuman kopi.
Selama ini yang berkesan kopi dari aceh, jawa dan toraja. Masing – masing mempunyai cita rasa unik, tingkat kepahitan, rasa asam dan kepekatan.

Kadang kopi hitam bagi sebagian orang tidak nyaman di lambung dan di lidah. Bahkan orang yang dulu cinta banget sama kopi hitam, bisa jadi dimasa sekarang atau mendatang akan merasakan rasa tidak nyaman di lambung.

Terciptalah banyak varian minuman kopi dengan campuran susu, coklat, teh hijau, karamel dan masih banyak sesuai selera penikmat kopi ringan.

20130324-100810.jpg

Untuk Cappucino, pada dasarnya adalah Campuran sempurna antara kopi, susu panas dan buih susu sebagai topping. Komposisinya bisa masing – masing 33%. Tapi kali ini aku coba dengan komposisi lain, buat kamu pencinta dan pencipta kopi untuk diri sendiri, berikut beberapa takaran mantap:
1. Cappucino ringan: 40% kopi, 40% susu panas, 20% buih kopi.
2. Cappucino mantap: 50% kopi, 30% susu panas, 20% buih kopi.

Untuk menghindari adukan ketika kopi sudah terhidang, tambahkan gula sesuai selera pada bagian kopi dan aduk, atau bisa juga setelah campuran kopi dan susu panas. Nah sejarang komposisi terakhir susu diblender atau diaduk dengan mixer atau semacamnya, buang buih kasar, tuangkan buih halus dengan pola aple, daun atau acak sesuai selera kamu.

Susu terbaik adalah susu segar, bukan susu uht atau susu kaleng. Jadi kalaupun tidak bisa mendapatkan susu segar langsung dari seekor sapi betina, kamu bisa pilih susu segar kemasan yang juga tersedia di banyak supermarket.

Sungguh sangat nikmat untuk menjadi temen di pagi hari sambil menikmati terbitnya mentari pagi dari teras rumah(cTr).

Advertisements

Saya ingin berbagi cerita perjalanan Jakarta – Hongkong – Macau – Shenzhen. Siapa tahu berguna bagi kamu yang hendak mencoba untuk berjalan ke luar negeri, terutama jika ini adalah untuk kali pertama.
Sebelum berangkat saja, sudah kebayang Hongkong itu kota seperti yang pernah terlihat di TV dan Film, padat, penuh gedung pencakar langit, lalu lintas macet, hawa sub tropis (yang ini gak bisa kebayang seperti apa) dan pernik – pernik lainnya.

Perjalanan kali ini melalui Travel, sehingga lebih mudah, karena sudah diberikan alur perjalanan dari waktu ke waktu dan dari hari ke hari serta sedikit catatan selama perjalanan.

Hari pertama:
Kumpul di Bandara Soekarno Hatta pukul 07.00 pagi, pemberian pembekalan oleh Tour Guide dan penyerahan dokumen perjalanan berupa Passport yang memang seminggu sebelumnya diserahkan ke mereka, serta tidak ketinggalan Tiket Garuda Jakarta – Hongkong yang sudah dalam kondisi Check-in

Masuk melalui Gerbang Terminal 2D, langsung ke Petugas Imigrasi. Begitu melewati Imigrasi, pilihan bisa langsung ke ruang tunggu atau berkeliling dulu sembari mencari kebutuhan yang mungkin terlupakan. Melihat kondisi persiapan sudah sangat lengkap, pilihan akhirnya ke Airport Lounge punya Citibank. Setelah cukup lama menunggu, sekitar satu jam, barulah beranjak menuju Boarding Gate, dan langsung masuk ke Pesawat Garuda A330-200. Dan sangat berterima kasih, dapat tempat duduk deket jendela, yang artinya nanti ketika hendak mendarat, dapat menyaksikan pemandangan kota Hongkong secara makro.

Perjalanan ditempuh dalam waktu 3 jam lebih, dan untuk mengisi waktu selama perjalanan, satu – satunya harapan adalah Gadget untuk Game atau On Board Video dari Garuda. Akhirnya nonton Film dari pilihan yang ada, dan baru berasa ada yang kurang, ya yang kurang adalah makanan ringan semisal kacang, kripik atau sejenisnya. Walaupun dari Garuda juga disediakan Snack Break dan Lunch Time, tapi ga cukup untuk menemani waktu selama itu.

Sekitar jam 15.00 waktu setempat, kami tiba di Bandara Internasional Hongkong, rombongan berkumpul lagi di titik sebelum Imigrasi, absensi seluruh peserta, lengkap dan langsung antri mengular di Imigrasi Hongkong yang memang tidak pernah sepi itu. Setelah ambil Bagasi, kami langsung menuju Bus yang telah dipersiapkan untuk menuju Pelabuhan. Hahaha baru aja mendarat sudah hendak langsung melaut, memang tujuan untuk hari pertama adalah Macau. Harga tiket fery Hongkong – Macau adalah HKD 185, dengan kurs HKD 1 = IDR 1,250. Setelah beli tiket, kembali kami mengantri mengular Imigrasi untuk keluar Hongkong.

Picture 431

Perjalan fery kurang lebih satu jam, tidak ada hambatan yang berarti, tidak ada goncangan, tidak ada yang mabuk laut. Sebelum keluar Pelabuhan, kembali kami mengantri mengular di Imigrasi masuk Macau. Perjalan dilanjutkan dengan Bus menuju Hotel Venetian.

Tiba di Hotel yang terintegrasi dengan Casino, langsung lanjut Santap malam, dan saling santai sejenak sebelum masuk kamar dan jalan – jalan malam di Macau.

Hari Kedua:
Pagi Hari setelah Breakfast, dengan menaiki Bus, kami berkeliling kota dan sempat mampir ke beberapa tempat diantaranya Gereja Tua, sebenernya lebih terlihat seperti Dinding Muka aja dibandingkan sebuah bentuk Gereja Utuh.

Tidak jauh dari lokasi, tersedia aneka macam toko oleh – oleh dan souvenir, dengan tulisan dalam Bahasa, bahkan pelayan pun bisa berbahasa Indonesia, barangkali itu adalah TKW.
Jam 12 kami sudah harus di Pelabuhan untuk menuju ke Shenzhen. Setelah membeli Tiket Fery Hongkong Shenzhen seharga HKD 210, lebih mahal HKD 25 dari pada tiket dari Hongkong kemarin. Tepat setelah makan siang di Restoran Fast Food, yang ternyata harganya juga sama dengan Restoran Fastfood badut di Indonesia, kami segera masuk ke Imigrasi keluar Macau.

Picture 433

Dalam sejam kami sudah tiba di Pelabuhan Shenzhen, dan lagi – lagi harus mengantri mengular, kali ini lebih ribet, karena memasuki salah satu Kota Negara China, kita harus mengurus Visa on Arrival. Jadi formulir yang sudah di isi oleh travel, kami harus berbaris sesuai dengan urutan yang ada dalam formulir. Itulah gunanya pembekalan hari pertama sebelum berangkat, kami harus menghafal berapakah nomor urut masing – masing.

Keluar Pelabuhan, dengan menahan pipis, mencari – cari toilet. Toilet di Pelabuhan ini agak unik, selain bau, model Flush untuk menyiram air di WC memakai tali yang tergantung di atas, kamu gak bakalan nemu kalau cari – cari tombol atau tuas untuk menyiram air seperti di kebanyakan toilet.
Dengan mengendarai Bus, perjalanan dilanjutkan ke Musium Giok, yang menurut saya ini ga perlu, karena sangat menyita waktu hampir 2 jam.

Bus melaju dengan kecepatan sedang menuju obyek wisata Window of the World, memasuki gerbangnya, seperti memasuki Kota Wisata di Cibubur, tetapi lebih besar. Pandangan pertama adalah miniature Menara Eiffel 1:7. Dengan mengitari seluruh wahana memakai kereta mobil, kita seakan diajak untuk menyaksikan bangunan – bangunan terkenal diseluruh Dunia. Candi Borobudur pun tak luput, walaupun hanya sebesar kulkas. Tidak terlalu membekas perjalanan di WoW ini, karena kita seakan akan diingatkan jalan – jalan ke Kota Wisata Cibubur.

Picture 434

Hari sudah petang dan gelap mulai menyelimuti langit, terangnya pun tergantikan oleh kerlap – kerlip lampu Hotel dan Tempat – tempat hiburan. Waktunya untuk beristirahat di Hotel Best Western. Setelah cukup duduk – duduk sebentar, selanjutnya acara bebas masing – masing pribadi atau kelompok. Kebanyakan berbelanja di Pasar Lowu.

Hari ketiga:
Setelah berkemas, sarapan dan check out, perjalanan dilanjutkan menuju Musium Obat – obatan, lagi, sebenarnya ini juga tidak perlu, karena memakan waktu 2 jam. Dan akhirnya dilanjutkan perjalanan ke Hongkong lewat darat dengan mengendarai Bus, tidak sampai 20 menit, sudah sampai di Terminal, yang tak lain adalah tempat Imigrasi. Imigrasi ini lebih gila lagi mengularnya, lima kali lipat dari yang sebelumnya. Karena ini Imigrasi keluar Shenzhen, barisan harus urut sesuai Visa on arrival yang telah dipegang oleh petugas imigrasi. Tidak selesai disitu, setelah keluar dari Imigrasi Shenzhen, kita masuk ke gedung Imigrasi Hongkong, ya, karena kita hendak masuk ke Kota Hongkong.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan Bus yang sama, menuju Hotel Harbour Plaza di Nortpoint. Setelah dapat melakukan early Check in, acara bebas di Hongkong sampai malam.

Walaupun masih tiga hari, beberapa dari kami sudah banyak yang kangen makan nasi. Akhirnya dengan bantuan google di Iphone, didapatilah Warung Malang berlokasi di belakang SOGO, satu gedung yang sama dengan BCA, hahaha BCA aja buka cabang di Hongkong loh.

Begitu melihat menu yang dihidangkan, ga dapat dibayangkan, seribu keinginan sudah ada untuk memilih menu ini itu, Nasi Pecel, Sayur Lodeh, Tahu, Tempe, Krupuk, Rempeyek, Sambel trasi, minumannya pun ada Teh Botol , Teh Kotak.

Picture 436

Selesai bersantap ngobrol dengan sang pemilik, yang ternyata telah dari tahuan 1965 berada di Hongkong dan membuka usaha Warung, sebelumnya bekerja di keduataan pada masa itu.
Urusan perut selesai, akhirnya berlanjut ke urusan Mata, Belanja belanja dan belanja. Menyusuri jalanan dengan Trem yang bertarif HKD 7, sangat murah. Jauh dekat sama. Sebelum belanja, akhirnya diputuskan untuk ke Obyek wisata terlebih dahulu. Pusing kan kalo sudah belanja baru ke obyek wisata?
Tujuan adalah The Peak, dari sini bisa melihat seantero Hongkong dengan berbagai Wahana. Tapi huh, antrinya mengular, bukan sembarang ular, bisa dikatakan ular bersambung. Untuk itu buat kamu yang hendak kesini, sebisa mungkin sudah Booking Tiket lewat Agen atau Online, jadi bisa menikmati jalur antrian khusus yang lebih lengang.

Wisata sudah, belanja tidak muluk – muluk, hanya sepanjang jalur Trem, dan beberapa Mal, dapat tentengan sudah jam 22.00, badan sudah berasa remuk, apalagi tumit. Sungguh sangat disarankan buat kamu untuk memakai alas kaki ringan dan empuk.
Bosan naik Trem, akhirnya pilihan untuk pulang diputuskan naik MTR (kalau di Singapore MRT). Sama persis kaya di MRT di Singapore, mulai desain gerbang, cara beli tiket, memilih tujuan, masuk gerbang, dan tempat duduk di MTR.

Kecapekan yang memuncak, tiba di Hotel jam 24.00, bersih – bersih badan dan langsung tepar.

Hari Keempat:
Sarapan, Chekout dan naik Bus menuju Bandara Internasional Hongkong. Perjalanan cukup lama, satu jam lebih, melewati Jalan Layang, Jalan Bawah laut, jembatan antar pulau, lengkap.
Setelah Check in dan antri lagi di Imigrasi, ternyata berlanjut juga Belanja, bagaimana tidak begitu selesai pintu imigrasi langsung terpampang aneka produk bermerek dengan diskon dan penawaran – penawaran menarik. Walaupun terkesan belanja ala kadarnya, ga berasa juga abisa sejutaan di situ.
Perjalanan Hongkong – Jakarta bugtuh waktu yang sama dengan waktu berangkat, pesawatnya pun sepertinya pesawat yang sama. Tiba di Jakarta jam 20.00, lumayan masih sore lah, masih bisa bercerita dengan keluarga begitu sampai di Rumah, Home Sweet Home(cTr).

Suatu Malam di Kota Palu

Berada pada ujung teluk, kota Palu seakan dipisahkan oleh lautan. Dengan Palu sebelah selatan dan utara saling berhadapan terpisahkan oleh bentangan teluk yang menjorok ke arah tenggara.

Berjarak satu jam perjalanan udara dari Kota Makassar, Bandara Mutiara siap menyambut kedatangan kamu ke kota ini. Hanya dibutuhkan beberapa menit perjalanan dengan mobil dari bandara menuju pusat kota. Dengan kondisi lalu lintas tidak padat, searasa nyaman berkendara menyusuri tiap sudut kota.

Menjelang senja, seperti kota – kota lain di Indonesia, sepanjang jalan utama berjejer toko dan ruko dengan lampu – lampu yang mulai berpijar. Apalagi kota ini memiliki teluk, sehingga memiliki pantai lebih panjang dibandingkan dengan kota pesisir lainnya. Demikian pula area sepanjang bibir pantai atau anjungan, beraneka ragam dagangan dan tempat nongkrong tersedia. Mulai dari penjaja beragam buah – buahan, penjaja buah musiman seperti durian, warung – warung kecil yang menamakan dirinya kafe, warung lesehan, atau bahkan hanya tempat terbuka dengan taman berhiasakan pepohonan dan lampu – lampu kebun.

Untuk makanan, yang tidak boleh dilewatkan adalah Kaledo, terletak agak dipinggir kota. Kenapa diberi nama kaledo, rupanya itu adalah kependekan dari kaki lembu donggala. Ya, walaupun sapi itu berasal dari Palu, tetap saja diberi nama lembu donggala.

Sop kaledo, memiliki kuah dengan rasa asam sedikit pedas, rasa asam bukan berasal dari jeruk nipis, karena ketika ditambah dengan jeruk nipis, rasa asam itu dan rasa asam jeruk nipis menambah segar sop ini, bahkan ketika disantap dalam keadaan panas. Kuah sop merendam daging muda yang menempel di tulang, seakan rasa segar dan gurihnya beradu antara gurih bumbu dan gurih tulang sapi itu sendiri. Ditambah pula sumsum sapi di dalam tulang, berasa nikmat gurih dan rasa khas sumsum. Untuk menyantap sumsum, dilakukan dengan cara menusuk – nusuk lubang tulang dengan sumpit agar melunak dan hancur, setelah itu siap untuk dihisap langsung atau menggunakan bantuan sedotan.

Kaledo Palu
Lebih nikmat bila teman bersantap kaledo adalah ubi rebus, potong ubi rebus yang berukuran jumbo itu dengan sendok, celupkan ke dalam kuah sop, tahan sebentar, angkat dan siap dilahap, hhmm sungguh nikmat, rasa segar, gurih, asam, dan pedas sungguh sangat pas. Bahkan kalo kamu kenyang sekalipun, akan tergoda untuk mencicipi, dijamin, rasanya tidak eneg yang satu sendok bikin perut merasa cukup, lagi dan lagi akan mendorong kamu untuk menuntaskan satu porsi(cTr).

5 pilar merintis usaha

Tidak mudah bukan tidak mungkin untuk terjadi, asalkan ada usaha terus – menerus, apa yang awalnya dianggap tidak mudah malah akan menjadi seauatu yang membosankan dan tidak menantang lagi jika telah berhasil dilalui.

Sebagai pemula, apalagi pemula dengan bekal ilmu yang mumpuni, pencurahan pemikiran dari a sampai z akan lebih menyita waktu dengan hasil masih berupa analisa di benak kepala. Sementara pemula yang langsung terjun dan menceburkan diri dalam dunia usaha, akan langsung dapat merasakan. Ya, langsung merasakan, di sinilah sense untuk mengendus hasil menceburkan diri diuji. Kejelian dan tingkat kepekaan rasa menentukan seberapa cepat usaha yang dirintis alan berhasil.

20121120-224312.jpg

Pilar berikut tidak mesti harus diikuti, terutama bagi kamu yang sudah mahir dalam dunia usaha. Tetapi bagi kamu yang bener – bener pemula dan sedang mencari referensi, boleh tengok 5 pilar berikut :

1. Pengetahuan
Walo secuil, pengetahuan tetap diperlukan sebagai dasar untuk memulai suatu usaha. Pengetahuan ada yang dipelajari formal maupun informal, ada juga yang diajarkan oleh lingkungan tanpa terasa dan dilakukan berulang – ulang. Bahkan jika kamu sangat berbakat, pengetahuan akan mengikuti bakat yang ada.

2. Praktik, Pengamalan, Kerja Nyata
Apalah arti secuil diatas, sudah yang dimiliki hanya secuil, tidak ada praktik dalam kerja nyata lagi. Sementara angan – angan terus berharap sesuatu yang besar. Plelase, wake up man… Tanpa kerja nyata tidak akan ada hasil nyata.

3. Modal
Bahkan pengamen pun memodali dirinya dengan membeli gitar atau alat musik lain. Dengan modal, percepatan pencapaian dapat segera terwujud. Tentu dengan penggunaan yang sesuai, misalnya modal untuk merekrut tenaga handal, modal untuk kulakan dalam jumlah lebih besar sehingga harga bisa jauh lebih murah, syukur – syukur bisa ngutang.

4. Koordinasi
Memiliki usaha yang dikerjakan sendiri pun, bahkan perlu koordinasi antara hati dan pikiran. Apalagi usaha yang kamu kelola sudah mulai tumbuh, tak ayal lagi, koordinasi antara personal, antar tim tak dapat dihindarkan. Adalah suatu keharusan, kecuali usaha yang kamu sedang jalani adalah usaha kebatinan.

5. Kepatuhan
Terakhir, untuk membakukan hasil 4 pilar diatas, ada baiknya ditulis dalam budaya kerja, standar prosedur, juklak dan lain – lain. Intinya dari semua yang telah dihasilkan, harus ada kepatuhan untuk menjalankan dan melaksanakan dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Nah, dengan 5 pilar diatas, kamu dapat evaluasi, apakah ada yang belum kamu lakukan. Atau kamu malah telah melakukan lebih.

Sekarang segeralah mimpi dan segeralah bagun dan wujudkan mimpi itu dengan sebuah kerja nyata(cTr).

Kadang, karena suatu alasan, kondisi gigi yang tidak normal dan terlihat sedikit acak – acakan dibiarkan begitu saja, tanpa ada tindakan usaha untuk mencoba perbaikan.

Alasan ekonomi, minimnya dana untuk kebutuhan primer, menjadikan persoalan diatas menjadi nomer kesekian. Apalagi ditambah dengan rasa tidak nyaman dan kurang percaya diri, menjadi penguat dari alasan – alasan yang ada.

Untuk kamu yang merasa memiliki susunan gigi non rapi, berbeda dari standar orang – orang kebanyakan, dan sekarang berusaha untuk meyakinkan diri memasang kawat gigi. Uraian berikut ini semoga bermanfaat untuk memperkuat tekad dan memotivasi untuk segera menjadikan keyakinan kamu kenyataan.

Urutanya adalah sebagai berikut:
1. Pilih dokter gigi
Tentu tiap orang memliki perbedaan dalam pelayanan dokter gigi. Carilah sesuai apa yang kamu harapkan, keramahan, antrian, kemudahan konsultasi, harga yang pantas, tempat yang mudah diakses dan nyaman. Dan yang pasti harus dokter gigi dengan spesialis orthodentist.

2. Konsultasi awal
Lebih baik konsultasi terlebih dahulu, untuk mendapatkan gambaran umum, sekaligus untuk mengetahu fasilitas yang dimiliki serta portfolio pasien – pasien yang pernah ditangani.

3. Scalling
Setelah yakin, lakukanlah pembersihan mulut dengan scalling, gigi akan diperiksa satu per satu, dan dibersihkan dari karang, sekaligus deteksi dini apakah ada gigi yang berlobang. Kisaran harga adalah rp. 200-400k.

4. Photo panorama
Memberikan gambaran susunan gigi, secaa 3 dimensi. Biasa untuk keperluan ini foto sebanyak 2 macam. Dengan harga per 2012 adalah rp. 400k total.

5. Konsultasi hasil Photo
Dari hasil jepretan, akan terkihat susunan dan deviasi ketidak normalan jika dibandingkan dengan susunan gigi standar. Sekaligus akan dikerahui apakah ada gigi yang perlu ditambal, apakah ada gigi yang perlu dicopot. Sekaligus estimasi waktu perawatan sesuai tingkat kesulitan yang harus dilalui.

6. Cetak prototipe gigi
Untuk mendapatkan model posisi gigi saat ini, akan dibuatkan model dengan cara cetak. Cetakan negatif akan dibuat dengan bahan lunak cepat mengeras. Cetakan akan dimasukkan ke mulut untuk waktu sekira 10-15 menit.

7. Tambal gigi dan copot gigi
Sesuai hasil konsultasi, bila ada gigi berlubang harus ditambal terlebih dahulu. Dan posisi gigi yang harus dicopot juga harus dilakukan tindakan. Tentunya semua atas rekomendasi dokter saat konsultasi.

8. Pemasangan kawat
Pemasangan kawat biasanya dilakukan secara bertahap. Pertama gigi atas, sebangak 8. Menyusul 2-3 bulan gigi bawah. Lanjut gigi atas sambil pemasangan ring di geraham atas belakang. Demikian seterusnya sesuai perkembangan dari minggu ke minggu. Pada tahap ini biasanya akan ada kontrak, menyetujui tindakan dan biaya yang timbul, tergantung kasus, per tahun 2012 sebesar rp. 6,000k.

9. Konsultasi dan pemeriksaan rutin
Kamu akan dijadwalkan untuk pemeriksaan berikutnya. Hal ini dilakukan untuk memeriksa perkembangan, perawatan, penggantian karet sehingga kamu punya kesempatan untuk bergonta – ganti warna setiap kali jadwal periksa. Yang pasti juga, akan dilakukan pengencangan kawat. Jangan kawatir, pengencangan dilakukan secara perlahan, tetapi dengan frekuensi sering, lebih bagus daripada pengencangan kuat tetapi frekuensi pemeriksaan rutin jarang dilakukan.

10. Sikat gigi, sikat mini, dan gum
Ada sikat gigi khusus, dengan harga lebih mahal dari harga sikat gigi biasa. Berserabut keliling dengan serabut tengah lebih pendek. Alat lain adalah sikat mini untuk membersihkan sela – sela gigi dan juga ruang antara kawat dan gigi. Terakhir adalah semacam gum atau lilin, berguna untuk melapisi kawat yang berasa tajam, jadi biar mulut tetap nyaman dan tidak menimbulkan luka dan bisa menjadi sariawan.

Awalnya perubahan akan cepat terasa, bahkan dalam waktu satu bulan sudah terlihat perbedaan. Selanjutnya, finishing kearah yang lebih rapi dan presisi membutihkan waktu yang relatif lama.

Jangan kawatir, kamu akan menyukai kawat gigi ini, karena begitu sudah memakainya selama sebulan, akan sangat terbiasa. Bahkan mungkin akan merasa canggung ketika sudah waktunya untuk melepas.

Ga usah memikirkan akan jadi seperti apa, yang pasti tambah keren, dan ini juga tidak menyalahi kodrat, karena usaha untuk menjadikan yang sudah ada sesuai standar yang beredar(cTr).

Malino – Puncak Makassar

Bisa saja Jakarta memiliki akses tempat yang dekat untuk mecari hawa dingin alami, Puncak di Bogor. Makassar pun memilikinya, Puncak nan dingin. Disebut sebagai Malino kota bunga, Kabupaten Gowa, terletak di sebelah timur Kota Makassar dengan jarak 75km perjalanan darat. Hanya butuh waktu 1.5-2 jam perjalanan santai.

Jangan dibayangkan tiba di Malino akan menemui suasana riuh seperti di Puncak Bogor. Suasana dingin, iya sama. Keramian Malino masih dibawah rata – rata, dengan suasana yang bisa terbilang lengang, wajar jika fasilitas seperti rumah makan dan hotel juga tidak banyak pilihan. Sangat disarankan bila kamu belum pernah ke Malino dan mempunyai rencana untuk pergi kesana, jangan lupa untuk membawa perbekalan makanan yang cukup. Terutama makanan instan siap saji dengan masa expire pendek, seperti Roti.

Bukan berarti tidak ada sama sekali Hotel, sekali melintas dari awal gerbang kota sampai ke Wisata Pohon Pinus, terlihat Hotel Celebes berlokasi di tiga tempat. Demikian juga Vila yang lebih mirip rumah penduduk di sepanjang jalan banyak bertuliskan disewakan. Pilihan lain dengan harga yang relatif terjangkau diangka Rp.150-250 ribu, bisa mencoba untuk berbelok di Jl Endang, banyak Wisma dan Rumah semacam Petak disewakan. Diantaranya milik Perum Bulog, Pemprov dan pemda setempat.

Kebun Strawberry, ya kamu pun dapat menjumpai kebun Strawberry di sini, ada yang berkonsep benar – benar seperti kebun. Ada juga yang sudah dipadupadankan untuk nilai komersil yang lebih tinggi dengan fasilitas parkir, arena bermain anak dan mini resto.

Kebun yang lain, jangan ditanya, segala macam sayur mayur ada, dan pasti berharga ramah kantong dan dibawah estimasi orang perkotaan. Mulai dari Wortel, Cabai, Tomat, Markisa, Alpukat, Kubis, Sawi dan temen – temen sejenisnya.

Puncak Bogor ada kebun teh, bagaimana dengan Malino? Tentu saja tidak lengkap kalo datang ke Malino tidak mampir ke Kebun Teh. Satu – satunya kebun teh yang sudah dikelola secara profesional dengan nilai komersil yang lumayan tinggi. Bayangkan, untuk masuk ke arena kebun teh, kamu harus melalui gerbang dan harus merogoh nilai rupiah yang tidak sedikit. Setidaknya bila kamu datang berpasangan, harus menyiapkan Rp.100ribu.

/



Terus melaju mendaki dan agak berkelok, dengan jalanan beraspal sempit, diperlukan kehati-hatian, apalagi bila berpapasan dengan mobil yang berlawan arah. Tidak seperti tahun lalu, saat ini di puncah kebun teh sudah berdiri Caffe. Lumayan untuk mengisi dahaga dan tempat bersandar sambil santai menikmati hawa dingin yang menusuk tulang, kamu dapat manfaatkan pelataran Caffe Malino Highlands. Dan bila kamu beruntung, bisa secara tiba – tiba dan perlahan awan datang menghampiri dan sejenak suasana sekitar terlihat abu – abu semua. Segar menerpa kulit yang tidak berbalutkan kain. Puas menikmati hawa sejuk, minuman segar, makanan ringan, dan kalau mau menunggu bisa sampai Sunset, giliran tagihan datang. Dan jangan kaget, bila tiket masuk saja seharga itu, tentu harga untuk menikmati semua relaksasi di Caffe ini juga tidak dapat dikatakan murah.

Sekali waktu bila kamu bepergian ke Makassar, pilihlah Hotel di Malino. Habiskan siang di Makassar dan dapatkan sensasi dingin dan pemandangan malam di Malino, suatu usaha dan harga yang pantas untuk kamu dapatkan(cTr).

Pulang kampung, sebuah tradisi mengunjungi (yang biasanya) tempat kelahiran bagi orang yang melakukan urbanisasi ke tempat lain. Dan biasanya juga hanya setahun sekali, tatkala hari raya lebaran tiba.

Seru, sabar, sedikit kesal sering dirasakan selama perjalanan menuju ke tempat tujuan. Apalagi kali ini pulang kampung berbarengan dengan banyak orang yang mempunyai tujuan sama. Tak dapat dihindari walaupun tidak melakukan perjanjian untuk berangkat bersama, ketemu juga dengan mereka – mereka disepanjang perjalanan.

Perasaan lega langsung terasa ketika kaki sudah menginjakkan di tanah tujuan, segala yang terlewati terbayar sudah. Kerinduan dan kenangan masa lalu langsung masuk menusuk pikiran dan kalbu. Sejenak pikiran dan lamunan melayang seolah ingin mengenang masa – masa yang pernah terlewati.

20121115-112700.jpg

Gado – gado nan lezat, walaupun banyak aneka ragam makanan tradisional yang dari masa kanak – hingga kini masih saja tetap digemari. Hari itu dipilih menu gado – gado, selain karena memang kepingin makan banyak sayuran dan mengurangi konsumsi daging, menu ini juga terbilang ringan.
Dimasak oleh bibi dibantu kami, ramai – ramai menyelesaikan masakan, hitung – hitung kami ikut belajar resep dan cra memasak. Siapa tahu kelak dikemudian hari, tatkala kerinduan akan kampung memuncak, kami bisa lampiaskan dengan masak bersama resep Gado – gado istimewa ini(cTr).